ISMAFARSI

Vaksin Mau Dicampur-campur? Mau Niru Lalapan?

vaksin campur dosis

Pencampuran Dosis Vaksin Covid-19

Baca artikel Kabar Isu sebelumnya di sini

Kegiatan vaksinasi di berbagai negara terus digencarkan dengan cepat, vaksinasi merupakan salah satu cara untuk mencapai Herd Immunity. Di beberapa negara eropa, pemerintah sudah tidak mewajibkan masyarakatnya memakai masker karena penduduk negara tersebut sudah divaksinasi minimal 80% yang merupakan salah satu syarat mencapai Herd Immunity. Berbicara tentang vaksinasi, beberapa vaksin yang digunakan untuk wabah Covid-19 ini disarankan untuk menggunakan 2 dosis vaksin dengan range waktu berbeda. Sebagai contoh vaksin AstraZeneca menggunakan 2 dosis dengan range waktu 12 minggu, vaksin Sinovac memiliki range waktu 28 hari.

Akhir-akhir ini kita cukup sering mendengar isu pencampuran 2 jenis dosis vaksin Covid-19. Di Indonesia sendiri sedang mempertimbangkan pencampuran dosis vaksin yang digunakan sebagai suntikan booster dan akan direncanakan untuk tenaga kesehatan yang sebelumnya sudah melakukan vaksinasi Sinovac. Jika kita berkaca di beberapa negara, tidak sedikit yang sudah mempertimbangkan hal serupa, seperti Malaysia yang sedang mempertimbangkan dan mengkaji manfaat campuran Pfizer-BioNTech dan AstraZeneca. Tidak hanya di wilayah Asia Tenggara, bahkan wilayah eropa seperti Kanada, Italia, Jerman juga mempertimbangkan dan beberapa sudah melakukannya.

Jika melihat statement kepala ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan menyarankan agar tidak melakukan ‘mix and match’ berbagai vaksin Covid-19 dari beberapa produsen. Menurut beliau, tindakan tersebut bisa menjadi tren berbahaya karena hanya ada sedikit data terkait dampak kesehatannya. Beliau juga mengutip temuan awal dari Universitas Oxford yang membuat penelitian tentang penggunaan AstraZeneca sebagai dosis 1 dan Pfizer sebagai dosis 2. “Ini akan menjadi situasi kacau di berbagai negara jika warga memulai memutuskan kapan dan siapa saja yang mendapatkan dosis kedua, ketiga, dan keempat.”

Jika melihat pada situasi sekarang yang belum pasti akan hal tersebut, alangkah baiknya kita harus menunggu tentang penelitian penelitian yang relevan untuk pencampuran dosis vaksin ini, terkhususnya Indonesia. Jangan sampai yang niat awalnya untuk sebagai pelindung tambahan, malah akan menjadi yang tidak kita inginkan.

 

Daftar Pustaka

  1. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210515103733-203-642663/video-kenali-efek-samping-mencampur-dua-merek-vaksin-covid
  2. https://www.kompas.com/tren/read/2021/07/20/070400965/11-negara-yang-berencana-atau-sudah-memutuskan-mencampurkan-dosis-vaksin?page=all
  3. https://sepatah.com/headlines/beberapa-negara-mulai-gunakan-dua-dosis-campuran-untuk-vaksinasi-covid-19.html
  4. https://www.bbc.com/indonesia/dunia-57576909
  5. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5641315/who-beri-peringatan-soal-mencampur-dua-dosis-vaksin-dari-produk-yang-berbeda

Penulis :

Niko Samuel
Kencana Waty

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *