ISMAFARSI

STUDENT PRESCRIPTION #9: ANTIMIKROBA

cover student prescription antimikroba

Baca artikel student prescription sebelumnya di sini

Antimikroba merupakan senyawa biologis atau kimia yang bersifat menghambat pertumbuhan bakteri atau kapang (bakteriostatik/fungistatik) serta membunuh bakteri atau kapang (bakterisidal/fungisidal). Antimikroba lebih baik bersifat bakterisidal daripada bakteriostatik. Bakterisidal mempunyai efek membunuh mikroorganisme. Bakteriostatik hanya menghambat pertumbuhan, sehingga membutuhkan bantuan sistem kekebalan tubuh untuk mencapai eradikasi infeksi secara total. Golongan antimikroba mencakup obat-obat antibiotik, antivirus, antiparasit, dan antijamur. Antibiotika adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme (khususnya dihasilkan oleh fungi) atau dihasilkan secara sintetik yang dapat membunuh atau menghambat perkembangan bakteri dan organisme lain (Munaf, 1994). Obat antijamur saat ini masih terbatas dalam perkembangannya, berbeda dengan obat antimikroba lain seperti obat antibakteri yang secara luas telah dikembangkan.

Antimikroba memiliki cara kerja yang berbeda-beda dalam membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Klasifikasi berbagai antibiotik dibuat berdasarkan mekanisme kerja tersebut, yaitu antimikroba yang menghambat sintesis dinding sel mikroba (gol. penisilin, sefalosporin, vankomisin), antimikroba yang bekerja dengan merusak membran sel mikroorganisme (gol. polimiksin dan polien), antimikroba yang menghambat sintesis protein mikroorganisme dengan mengikat ribosom 30S dan 50S (gol. kloramfenikol, tetrasiklin, linkomisin), antimikroba yang menghambat sintesis asam nukleat sel mikroba (gol. rifampisin dan kuinolon), serta antimikroba yang menghambat enzim yang berperan dalam metabolisme folat (gol. sulfonamide, trimetropim, asam p-aminoalisilat) (Priyanto, 2009).

Akhir-akhir ini banyak ditemukan berbagai macam antimikroba dari bahan alam seperti pada tanaman, rempah-rempah atau dari mikroorganisme selain antimikroba yang diperoleh dari bahan-bahan sintetik. Zat aktif yang terkandung dalam berbagai jenis ekstrak tumbuhan diketahui dapat menghambat mikroba patogen. (Mawaddah, 2008). Penggunaan bahan tumbuhan sebagai antimikroba diyakini cukup efektif dan aman karena jarang menimbulkan efek samping dan harganya yang relatif lebih murah. Tumbuhan yang digunakan biasanya mengandung flavonoid, tanin, glikosida, saponin, steroid, dan minyak atsiri yang merupakan senyawa antioksidan kuat dengan aktivitas antibakteri. Contoh tumbuhan yang mengandung senyawa tersebut adalah kersen, kemangi, jahe, sereh wangi, kunyit dan masih banyak lagi.

 

DAFTAR PUSTAKA

Mawaddah, R. 2008. Kajian Hasil Riset Potensi Antimikroba Alami dan Aplikasinya Dalam Bahan Pangan. [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor : Bogor.

Munaf, S. 1994. Catatan Kuliah Farmakologi. Penerbit Buku Kedokteran. ECG : Jakarta.

Priyanto. 2009. Farmakoterapi dan Terminologi Medis. Leskonfi : Depok.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *