ISMAFARSI

Student Prescription #5: Vaksinasi

Semenjak pandemi Covid-19, kita pasti tidak asing lagi dengan istilah “Vaksinasi”. Beberapa upaya sudah dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19, salah satunya dengan vaksinasi. Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung. Yuk, kenali lebih jauh tentang vaksinasi Covid-19 sehingga kita lebih yakin tentang pentingnya melakukan vaksinasi Covid-19.

Vaksinasi adalah pemberian vaksin (antigen) yang dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi) sistem imun di dalam tubuh. Vaksinasi sebagai upaya pencegahan primer yang sangat handal mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi (Dinkes Bali, 2020).

Vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) dan melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi (Kemkes, 2021).

Vaksin mengandung bakteri, virus, atau komponennya yang dengan kemajuan teknologi sudah dikendalikan. Vaksin mengandung antigen yang sama dengan antigen yang menyebabkan penyakit. Namun, antigen yang ada didalam vaksin tersebut sudah dikendalikan (dilemahkan). Pemberian vaksin tidak menyebabkan orang menderita penyakit seperti jika orang tersebut terpapar/terpajan dengan antigen yang sama secara alamiah.

Karena antigen dikenali sebagai zat asing oleh tubuh, kehadirannya pada aliran darah akan memicu sistem imun untuk melepaskan antibodi pembela untuk melawannya. Disebut juga sebagai sel B, sel-sel khusus ini menetap di dalam tubuh untuk mengenali dan melawan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri sehingga penyakit tersebut tidak kembali menjangkiti tubuh. Hal ini berarti jika kita melakukan kontak dengan mikroba tersebut di masa mendatang, tubuh akan mampu menghilangkannya sebelum mikroba tersebut merusak kondisi kesehatan kita. Intinya, vaksin memperkenalkan tubuh kita kepada virus atau bakteri untuk melindungi kita dari penyakit yang mereka timbulkan di masa mendatang.

Orang yang telah divaksinasi memang masih mungkin terserang penyakit. Tetapi biasanya penyakit timbul dalam bentuk yang lebih ringan dan berlangsung lebih singkat. Hal ini dapat terjadi karena antibodi yang terbentuk dalam tubuh mempunyai waktu paruh. Jadi, dengan bertambahnya waktu, terjadi proses penghancuran yang memperlemah daya tangkal antibodi.

Hingga saat ini, Komisi Fatwa MUI Pusat sudah menetapkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac Lifescience Co yang sertifikasinya diajukan oleh PT Biofarma sebagai produsen vaksin yang akan memproduksi vaksin COVID-19, konsorsium dengan Sinovac, suci dan halal (Kemkes, 2020).

DAFTAR PUSTAKA

Dinas Kesehatan Provinsi Bali. (2020). Yuk, Kenali lebih jauh Vaksinasi Covid-19. https://www.diskes.baliprov.go.id/yuk-kenali-lebih-jauh-vaksinasi-covid-19/, diakses pada tanggal 24 Maret 2021 pukul 17.01 WIB.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Final SK Dirjen Juknis Vaksinasi COVID-19. https://covid19.go.id/storage/app/media/Regulasi/2021/Januari/Final%20SK%20Dir jen%20 Juknis%20Vaksinasi%20COVID-19%2002022021.pdf, diakses pada tanggal 24 Maret 2021 pukul 17.35 WIB.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Seputar Pelaksanaan COVID-19. https://kesmas.kemkes.go.id/assets/uploads/contents/others/FAQ_VAKSINASI_COVID__call_center.pdf, diakses pada tanggal 24 Maret 2021 pukul 17.48 WIB.

2 thoughts on “Student Prescription #5: Vaksinasi”

    1. Menurut Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain LIPI, Wien Kusharyoto mengatakan setiap jenis antibodi memiliki waktu paruh atau waktu bertahan yang berbeda-beda tergantung jenis antibodinya. Dia mengatakan hal itu dipengaruhi oleh berbagai hal, termasuk antibodi untuk melawan virus corona Covid-19. Penentuan waktu paruh antibodi dilakukan dengan analisis farmakokinetik. Wien menuturkan antibodi IgM dan IgA hanya mampu bertahan selama 5 hingga 6 hari. Ada juga sel B memori yang akan mengingat fragmen antigen virus sehingga memungkinkan pembentukan antibodi yang semakin matang dalam mengenali fragmen antigen tersebut, untuk berjaga-jaga apabila terjadi infeksi ulang oleh virus yang sama. Sehingga dengan adanya sel B memori tersebut, antibodi yang spesifik terhadap virus tersebut akan selalu terbentuk kembali selama beberapa tahun.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *