ISMAFARSI

Student Prescription #21: Pengenalan Karakterisasi Varian SARS-CoV-2

varian virus baru

Baca artikel Student Prescription sebelumnya di sini

 

Telah dikemukakan bahwa virus corona menjadi penyebab COVID-19. Virus corona yang dimaksud yaitu SARS-CoV-2. Sifat virus corona tersebut mudah menginfeksi manusia dan mudah menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu terjadilah wabah (pandemi) COVID-19. Seiring berjalannya waktu, virus corona mengalami mutasi gen. Mutasi gen merupakan perubahan gen secara spontan dan bersifat turun menurun dari partikel virus induk ke partikel virus anakannya. Virus corona yang mengandung gen tidak bermutasi disebut ”SARS-CoV-2 wild type”, sedangkan virus corona yang mengandung gen bermutasi disebut “SARS-CoV-2 mutant”.

Selain varian B.1.1.7 di atas, ditemukan juga varian B.1.351 di Afrika Selatan. Varian B.1.351 memiliki 8 mutasi pada gen S, 3 diantaranya yaitu K417N, E484K dan N501Y. Istilah lain untuk varian B.1.351 yaitu 501Y.V2. Dilaporkan bahwa varian B.1.351 memiliki afinitas terhadap ACE-2 20 kali lebih kuat dibanding varian SARS-CoV-2 yang mewabah di Wuhan, China. Selain kedua varian SARS-CoV-2 yang telah dijelaskan tersebut di atas, muncul varian lain yaitu varian B.1.429. Varian B.1.429 telah diidentifikasi di California, Amerika Serikat. Mutasi yang terjadi pada varian B.1.429 yaitu gen ORF1a (I4205V), gen ORF1b (D1183Y), gen S (S13I, W152C, L452R. Dilaporkan bahwa varian B.1.429 memiliki penyebaran yang cepat di Amerika Serikat. Telah dilaporkan juga ada penemuan varian 20 J/501Y.V3 (P.1) dari SARS-CoV-2 yang memiliki mutasi K417T / E484K / N501Y di Kofu, Jepang. Varian tersebut identik dengan varian P.1 (B.1.1.28) yang ditemukan di Brazil Utara.

Laporan tentang mutasi pada SARS-CoV-2 dapat disampaikan bahwa untuk varian 20V/501Y.V1 (Inggris) memiliki ciri mutasi 69- 70 del, 145 del,N501Y, A570D, D614G, P681H, T716I, S982A dan D1118H. Varian 20H/501Y. V2 (Afrika Selatan) memiliki ciri mutasi D80A, D215G, K417N, E484K, N501Y, D614G dan A701V. Varian 20J/501Y.V3 (P.1, Brazil) memiliki ciri mutasi L18F, T20N, P26S, D138Y, R190S, K417T, E484K, N501Y, D614G, H655Y, T1027I dan V1176F.

Varian B.1.1.7, B.1.351 dan P.1 menginfeksi orang pada semua usia terutama pada kelompok usia menengah. Selain itu juga diperlihatkan adanya peningkatan risiko rawat inap dan perawatan ICU terkait dengan varian B.1.1.7, B.1.351 dan P.1. dari SARS-CoV-2.

Berkaitan dengan mutan SARS-CoV-2 tersebut di atas dinyatakan bahwa tingkat penyebarannya tinggi baik di negara asal maupun secara global. Korban meninggal akibat COVID-19 terjadi baik pada orang yang memiliki penyakit penyerta maupun yang tidak memiliki penyakit penyerta. Oleh karena itu, dengan adanya varian baru dari SARS-CoV-2 yang telah diuraikan di atas, orang yang memiliki penyakit penyerta agar lebih berhati-hati sehingga terhindar dari COVID-19.

 

Daftar Pustaka

Purwanto, Edi. (2021). Virus Corona (SARS-CoV-2) penyebab COVID-19 kini telah bermutasi. Jurnal Biomedika dan Kesehatan, 4(1), 47-49.

World Health Organization. (2020). Laboratory testing for coronavirus disease 2019 (COVID-19) in suspected human cases. Geneva: World Health Organization.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *