ISMAFARSI

STUDENT PRESCRIPTION #18: Potensi Pengembangan Obat Tradisional di Indonesia

gambar obat tradisional

Baca student prescription sebelumnya di sini

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki jenis topografi dan keadaan iklim yang berbeda-beda. Beragamnya kondisi alam Indonesia mengakibatkan Indonesia memiliki tingkat keanekaragaman hayati tinggi. Hal ini menyebabkan Indonesia memiliki beragam jenis tumbuhan obat.

Diperkirakan hidup sekitar 40.000 spesies tanaman di bumi kita. Yang mana 30.000 spesies tumbuh di kepulauan Indonesia dan 9.600 spesies tanaman tersebut merupakan tanaman yang memiliki khasiat sebagai obat dengan kurang lebih 300 spesies tanaman telah digunakan sebagai bahan baku obat tradisional oleh industri obat tradisional di Indonesia (DepKes RI, 2007). Potensi kekayaan hayati ini merupakan asset berharga yang harus dikembangkan sehingga dapat menjadi salah satu keunggulan Indonesia untuk meningkatkan daya saing bangsa.

Keanekaragaman hayati tanaman obat yang dimiliki Indonesia merupakan sumber daya yang cukup potensial untuk dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat sebagai bahan baku obat tradisional. Hal ini ditunjang dengan penggunaan obat di masyarakat yang memiliki kecenderungan untuk kembali ke alam dengan memanfaatkan berbagai tanaman obat, karena obat sintesis dirasakan terlalu mahal dengan efek samping yang cukup besar, sehingga konsumsi obat tradisional di Indonesia semakin meningkat (Yuliani, 2001).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan 65% dari penduduk negara negara maju telah menggunakan pengobatan tradisional (DepKes RI, 2008). Data dari Sekretariat Convention on Biological Diversity mencatat bahwa pasar global obat dari bahan alam pada 2000 mencapai US $43 milar. WHO mencatat pada tahun 2000, pasar obat herbal yang tergolong besar, antara lain, Cina, Eropa Barat, Amerika Serikat, Jepang, dan Kanada. Demikian pula pasar obat tradisional Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, pada 2001 sebesar Rp. 1,3 trilun dan 2002 naik menjadi Rp. 1,5 trilun (Sampurno,2003).

Potensi tumbuhan obat asli Indonesia dapat terlihat dari kontribusinya pada produksi obat dunia. Sebanyak 45 macam obat penting yang diproduksi oleh Amerika Serikat yang berasal dari tumbuhan obat tropika, 14 spesies di antaranya berasal dari Indonesia di antaranya tapak dara penghasil senyawa vinblastin yang berkhasiat sebagai obat anti kanker dan pule pandak penghasil senyawa reserpin yang berkhasiat sebagai obat hipertensi. Perubahan pola pengobatan masyarakat ke obat-obatan yang terbuat dari bahan alami saat ini sudah mengglobal. Tidak hanya masyarakat Indonesia yang mengkampanyekan slogan “kembali ke alam”. Namun, masyarakat dunia pun cenderung melakukan hal yang demikian. Hal ini merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk membudidayakan tumbuhan obat, maupun industri pengolahannya dengan skala yang cukup besar (Herdiani, 2013).

 

Daftar Pustaka

DepKes RI. (2007). Lampiran Keputusan Mentri Kesehatan Nomor: 381/Menkes/ SK/III/2007 mengenai Kebijakan Obat Tradisional Nasional. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Herdiani, E. (2013). Artikel Pertanian. http://www.bbpp-lembang.info diakses14 Juli 2021.

Sampurno. (2003). Kebijakan Pengembangan Obat Bahan Alam Indonesia Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia XXIII. Jakarta: Universitas Pancasila.

Yuliani, S. (2001). Prospek Pengembangan Obat Tradisional Menjadi Obat Fitofarmaka, Jurnal Litbang Pertanian, Bogor: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *