ISMAFARSI

Student Prescription #17: Kelebihan dan Kekurangan Obat Tradisional

kelebihan dan kekurangan obat tradisional

Baca artikel sebelumnya di sini

Terapi obat tradisional tersebar di seluruh dunia dan umumnya digunakan pada negara berpenghasilan menengah dan rendah (WHO, 2004). Penggunaan obat tradisional memiliki beragam kelebihan dibandingkan dengan obat modern. Obat tradisional memiliki efek samping yang lebih kecil dibandingkan obat modern apabila digunakan secara tepat. Setidaknya, ada 6 aspek yang harus diperhatikan, yakni: tepat dosis / takaran, tepat waktu penggunaan, tepat cara penggunaan, tepat pemilihan bahan, tepat telaah informasi, dan tepat indikasi (Katno, 2008).

Kandungan senyawa di dalam obat tradisional dapat memberikan efek komplementer (saling melengkapi) atau efek sinergisme (memiliki efek serupa/sama). Seperti yang kita ketahui, satu tanaman obat mengandung lebih dari satu senyawa kimia. Artinya, dalam suatu obat tradisional yang umumnya terdiri dari berbagai jenis tanaman obat terkandung beragam senyawa kimia yang dapat memberikan efek saling mendukung untuk mencapai tujuan pengobatan (Katno, 2008). Selain itu, penggunaan obat tradisional juga dapat dilakukan dengan beragam cara yang disesuaikan dengan bahan obat yang terkandung di dalamnya. Ada obat tradisional yang diseduh, ada yang dapat dibuat menjadi teh, ada juga yang dapat dicampurkan dengan makanan, dan sebagainya (Sam, 2019).

Di samping berbagai kelebihan, obat tradisional juga memiliki kekurangan dibandingkan dengan obat modern. Obat tradisional memiliki efek farmakologis yang lemah dan lambat. Hal ini dikarenakan rendahnya kadar suatu senyawa dan juga kompleksnya senyawa kimia yang terkandung di dalam tanaman obat sebagai bahan dasar obat tradisional. Keberagaman kandungan senyawa di dalamnya membuat obat tradisional harus melewati proses standarisasi yang kompleks. Penanganan pasca panen yang tepat dan benar juga diperlukan, khususnya untuk bahan baku dengan sifat higroskopis dan mudah terkontaminasi oleh mikroba (Katno, 2008).

Lambatnya efek farmakologi karena rendahnya kadar senyawa di dalamnya membuat pengobatan dengan obat tradisional ini kurang efektif apabila digunakan untuk penyakit infeksi yang memerlukan penanganan secara cepat. Namun, obat tradisional ini banyak digunakan untuk menanggulanggi penyakit-penyakit yang memerlukan pemakaian obat jangka panjang, yakni kelompok penyakit akibat gangguan metabolisme tubuh, seperti kencing manis, kolesterol tinggi, dll. serta penyakit degenerative, seperti radang persendian. Penggunaan obat tradisional dalam waktu lama dianggap lebih aman karena efek sampingnya yang lebih kecil (dengan penggunaan yang tepat) dibandingkan dengan obat modern (Katno, 2008).

Keamanan dan efektivitas terapi obat tradisional didasarkan atas bukti empiris seperti traditional scriptures, pharmacopoeia, dan hasil uji klinis ratusan tahun lalu. Penelitian yang terus dilakukan hingga saat ini dapat digunakan sebagai dasar ilmiah penggunaan obat tradisional yang aman dan efektif (WHO, 2004).

 

Referensi:

Katno. (2008). Tingkat Manfaat, Keamanan, dan Efektivitas Tanaman Obat dan Obat Tradisional. Karanganyar: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Balitbangkes Depkes RI.

Sam, S. (2019). Importance and effectiveness of herbal medicines. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry. 8(2): 354-357.

WHO. (2004). Guidelines on Developing Consumer Information on Proper Use of Traditional, Complementary and Alternative Medicine. Geneva: WHO.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *