ISMAFARSI

Student Prescription #13: Telehealth

telehealth telemedicine jarak jauh

Baca artikel Student Prescription sebelumnya di sini

Telehealth merupakan istilah yang mengacu pada penggunaan layanan elektronik untuk mendukung berbagai pelayanan, seperti perawatan pasien, pendidikan, dan pemantauan. Telehealth adalah salah satu inovasi penggunaan teknologi informasi dalam dunia pelayanan medis. Telehealth sebagai teknologi telekomunikasi yang digunakan untuk meningkatkan informasi kesehatan dan pelayanan kesehatan di daerah yang memiliki masalah pada kondisi geografis, akses, tingkat social dan budaya.

Sistem layanan telehealth menggunakan internet dengan sistem video conference, Short Messager System (SMS), e-mail, telepon seluler, kamera, pada jejaring komunikasi antara tenaga medis dan pasien. Jadi, telehealth pada layanan homecare diaplikasikan dengan interaksi virtual pada pasien yang ingin berkonsultasi tanpa menjangkau akses pelayanan kesehatan seperti konsultasi masalah hiperetensi melalui telpon atau SMS.

Perkembangan teknologi telehealth mempengaruhi pelayanan kesehatan yang maksimal untuk menunjang efisiensi sumber daya dan sumber dana. Pasien-pasien yang menggunakan layanan telehealth tidak mengalami rehospitalisasi. Beberapa manfaat dari telehealth, antara lain meningkatkan kualitas pelayanan, mengurangi waktu, meningkatkan produktifitas akses, dan meningkatkan peluang belajar. Telehealth dapat digunakan oleh siapa saja, terutama penduduk yang tinggal di daerah yang jauh dari fasilitas kesehatan dan pasien yang memiliki keterbatasan waktu untuk berobat atau membutuhkan perawatan medis saat sedang berada jauh dari rumah.

Pemerintah Indonesia berupaya untuk menerapkan teknologi telehealth sebagai upaya mengurangi kesenjangan akses layanan kesehatan. Meskipun begitu, banyak lapisan masyarakat belum dapat menikmati layanan telehealth sebagaimana mestinya. Padahal, orang-orang yang tidak dapat mengakses telehealth-lah merupakan orang yang tinggal di daerah rural dan pedesaan, imigran, dan kelompok minoritas lainnya, yang sebenarnya paling membutuhkan pelayanan medis jarak jauh. Maka dari itu, pengadaan telehealth yang ekuitabel harus diiringi dengan peningkatan infrastruktur yang merata bagi seluruh masyarakat, seperti distribusi akses internet yang merata, penyediaan teknologi digital bagi masyarakat yang masih terbelakang, dan pengadaan edukasi mengenai sistem digital.

Dengan diadakannya pembatasan wilayah dan social distancing dalam masa pandemi ini, masyarakat disarankan untuk mengurangi kunjungan ke rumah sakit untuk menghindari tertular COVID-19. Untuk tetap memenuhi pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat, maka banyak negara yang menggencarkan penggunaan telehealth ini. Antusiasme masyarakat untuk menggunakan aplikasi kesehatan meningkat pesat sejak adanya pandemi COVID-19.

Kontributor:

1.  @D_firmann
2.  @Mariaodelia
3.  @Nurulmasyiita_
4.  @Nauvalnadhirul
5.  @Natashavine14

Daftar Pustaka

Sudaryanto, Agus, dan Purwanti. (2008). Telehealth dalam Pelayanan Keperawatan. Seminar Nasional Informatika. UPN Veteran Yogyakarta. http://jurnal.upnyk.ac.id/ index.php/semnasif/article/view/749 diakses pada tanggal 03 Juni 2021.

Universitas Nusa Cendana. (2019). Konsep Telehealth Masih Terbatas pada Layanan Konsultasi Dokter dan Pasien. https://undana.ac.id/konsep-telehealth-masih-terbatas-pada-layanan-konsultasi-dokter-dan-pasien/ diakses pada tanggal 03 Juni 2021.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *