ISMAFARSI

Student Prescription #1: Imunologi – Pengertian dan Klasifikasi Respon Imun

Penderita penyakit COVID-19 masih terus meningkat di Indonesia. Pasti dari kita sudah tidak asing lagi dengan kata imun. Namun sebenarnya apa sih imun itu? Apakah imun itu penting?

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang imun, mari kita sedikit membahas pengertian imunitas, sistem imun, dan imunologi. Imunitas atau kekebalan adalah ketahanan tubuh terhadap penyakit, khususnya penyakit menular. Sistem imun adalah kumpulan sel, jaringan, dan molekul yang memediasi ketahanan terhadap infeksi. Ilmu yang membahas tentang sistem imun dan responnya terhadap patogen yang menyerang disebut imunologi.

Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh sangatlah penting. Sistem imun memiliki peran dalam mencegah dan membasmi infeksi yang berasal dari dalam atau luar tubuh. Secara keseluruhan, sistem imun memiliki tiga fungsi, yaitu: melindungi tubuh terhadap infeksi, menghapus sel non fungsional dari komponen sel itu sendiri, serta mendeteksi dan menghancurkan sel mutan.

Terdapat dua jenis sistem imun, yaitu sistem imun alami atau non spesifik (natural/ innate/ native) dan sistem imun dapatan atau spesifik (adaptive/ acquired). Sistem imun alami merupakan komponen normal tubuh yang selalu ditemukan pada individu sehat. Sistem imun alami siap mencegah mikroba masuk ke dalam tubuh dan dengan cepat menyingkirkan mikroba yang terlanjur masuk ke dalam tubuh. Semua mekanisme pertahanan ini merupakan bawaan (innate). Hal ini berarti pertahanan tersebut terjadi secara alami dan tidak ada kontak dengan agen infeksi sebelumnya. Sistem imun alami berperan sebagai garis pertahanan pertama dan penghambat kebanyakan patogen potensial sebelum menjadi infeksi yang tampak. Contoh sistem imun alami, yaitu: kulit, silia saluran pernafasan, air mata, sel natural killer, dan eosinofil.

Sistem imun dapatan sangat efektif dalam memberantas infeksi dan mengingat agen infeksi tertentu sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit di kemudian hari. Sistem imun spesifik terdiri atas sistem humoral dan sistem seluler. Pemeran utama dalam sistem imun spesifik humoral adalah limfosit B. Limfosit B yang dirangsang oleh benda asing akan berproliferasi, berdiferensiasi, dan berkembang menjadi sel plasma yang memproduksi antibodi. Fungsi utama antibodi ialah pertahanan terhadap infeksi ekstraseluler, virus, dan bakteri. Sementara limfosit T berperan pada sistem imun spesifik seluler. Sel T terdiri atas beberapa sel dengan fungsi yang berlainan. Fungsi utama sistem imun spesifik seluler adalah pertahanan terhadap bakteri yang hidup intraseluler, virus, jamur, parasit, dan sel ganas. Vaksinasi merupakan salah satu cara untuk mendapatkan imunitas dapatan.

Daftar Pustaka

Abbas, A.K. and Lichtman, A.H., 2004, Basic Immunology, 2nd Ed., WB Saunders Co., Philadelphia. (Chapter 1)

Abbas, A.K., Lichtman, A.H., and Pillai, S., 2015, Cellular and Molecular Immunology, 8th Ed., WB Saunders Co., Philadelphia. (Chapter 1 and 2)

Bratawidjaya, K. G., 2012, Imunologi Dasar Edisi ke-10. Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Flaherty, D. 2012, Immunology for Pharmacy, Elsevier, Mosby, Missouri. (Chapter 1)

Gorczynski, R. and Stanley, J., 1999, Vademecum Clinical Immunology, Landes Bioscence, Austin, Texas. (Chapter 1)

Wahab, A. S., Madarina J., 2002, Sistem Imun, Imunisasi, dan Penyakit Imun, Penerbit Widya Medika, Jakarta.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *