ISMAFARSI

Regulasi Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian di Indonesia

regulasi apoteker dan tenaga teknis kefarmasian di indoensia

Farmasi merupakan suatu ilmu dan seni membuat obat dari bahan alam maupun sintetik yang cocok dan nyaman untuk didistribusikan serta digunakan dalam pencegahan dan pengobatan penyakit, definisi berikut merupakan kutipan dari website Fakultas Farmasi Universitas Indonesia. Sebenarnya cukup banyak definisi-definisi lain yang menjelaskan tentang apa itu farmasi, kita dapat menyimpulkan setiap definisi selalu mengacu pada kata obat. Farmasi sendiri mempunyai profesi yang biasa kita kenal yaitu apoteker. Selain apoteker, dalam lingkup farmasi kita biasa juga mengenal dengan Tenaga Teknis Kefarmasian. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia no 889 tahun 2021, apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan apoteker. Sedangkan Tenaga Teknis Kefarmasian adalah tenaga yang membantu apoteker dalam mengerjakan pekerjaan kefarmasiaan yang terdiri atas Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi, Analis Farmasi, dan Tenaga Menengah Farmasi/Asisten Apoteker.

Berbicara mengenai dua pekerjaan tersebut, terdapat cukup banyak regulasi yang harus apoteker, tenaga teknis kefarmasian, dan mahasiswa farmasi ketahui supaya profesi tersebut dapat berjalan dengan baik di Indonesia, kita dapat membagi menjadi beberapa subtopik yang ada, seperti:

1.Ketentuan Umum mengenai Apoteker

  • Peraturan Menteri Kesehatan No 31 Tahun 2016 mengenai Registrasi izin Praktik dan Kerja Tenaga Kefarmasiaan
  • Peraturan Pemerintah No 51 Tahun 2009 mengenai Pekerjaan Kefarmasian
  • Undang Undang No 36 Tahun 2014 mengenai Tenaga Kesehatan
  • Undang Undang No 36 Tahun 2009 mengenai Kesehatan

2.Pengelolaan Narkotika, Psikotropika, dan Prekusor Farmasi

  • Peraturan Menteri Kesehatan No 3 Tahun 2017 mengenai perubahan penggolongan Psikotropika
  • Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia No 20 Tahun 2016 mengenai AHP
  • Peraturan  Menteri Kesehatan No 10 Tahun 2013 mengenai impor dan ekspor Narkotika 
  • Peraturan Menteri Kesehatan No 3 Tahun 2015 mengenai Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan, dan Pelaporan Narkotika
  • Undang Undang No 35 Tahun 2019 tentang Narkotika

3. Regulasi mengenai Apotek

  • Peraturan Menteri Kesehatan No 73 Tahun 2016 mengenai Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek
  • Peraturan Menteri Kesehatan No 9 Tahun 2017 mengenai Apotek

4. Regulasi mengenai Industri Farmasi, Obat Tradisional, dan Kosmetik

  • Peraturan Menteri Kesehatan No 1010/XI Tahun 2008 tentang Registrasi Obat 
  • Peraturan Menteri Kesehatan No 1175/VIII Tahun 2010 tentang izin produksi dan Notifikasi Kosmetik 
  • Peraturan Menteri Kesehatan No 006 Tahun 2012 tentang Industri dan Usaha Obat Tradisional
  • Peraturan Menteri Kesehatan No 007 Tahun 2012 tentang Registrasi Obat Tradisional 
  • Peraturan Menteri Kesehatan No 1799 Tahun 2010 tentang Industri Farmasi
  • Peraturan Menteri Kesehatan No 16 Tahun 2013 tentang Perubahan Permenkes Industri Farmasi

5. Regulasi mengenai Pedagang Besar Kefarmasiaan

  • Peraturan Menteri Kesehatan No 1148 Tahun 2011 tentang Pedangang Besar Farmasi 

6. Regulasi mengenai Puskesmas

  • Peraturan Menteri Kesehatan No 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas

7. Regulasi mengenai Rumah Sakit

  • Peraturan Menteri Kesehatan No 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit
  • Peraturan Menteri Kesehatan No 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan perizinan Rumah Sakit
  • Undang Undang No 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit 

 

Jika kita berkaca dari peraturan-peraturan yang ada pada saat ini atau yang diterapkan di Indonesia, cukup banyak mengenai regulasi-regulasi yang harus apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian ketahui supaya dapat mendukung lancarnya kegiatan kesehatan di Indonesia. Peran mahasiswa farmasi juga tidak kalah penting dalam hal tersebut, mahasiswa juga harus dapat mempelajarinya supaya ketika kelak menjadi seorang apoteker atau Tenaga Teknis Kefarmasiaan sudah siap menghadapi kondisi di lapangan.

Sumber:

  1. https://obatukai.com/regulasi
  2. https://pafi.or.id/media/upload/20200307033131_466.pdf
  3. https://farmasi.ui.ac.id/program-studi/sarjana-s1/

Penulis:

  1. Niko Samuel
  2. Annisa Nurul Maulidia

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *