ISMAFARSI

Pro dan Kontra Kampus Merdeka untuk Mahasiswa Farmasi

mahasiswa farmasi magang merdeka belajar

Baca Kabar Isu sebelumnya di sini

Kampus Merdeka merupakan bagian dari kebijakan “Merdeka Belajar” yang diselenggarakan oleh KEMENRISTEK Republik Indonesia. Kampus merdeka terdiri dari berbagai program yang bergengsi, seperti: Magang, Studi Independen, Kampus Mengajar, Riset/Penelitian, Indonesian International Student Mobility Awards, dan berbagai program lainnya. Selain itu, terdapat juga Program Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI) yang diluncurkan oleh KEMENDIKBUD Republik Indonesia. Melalui berbagai program tersebut mahasiswa diharapkan untuk dapat mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karir masa depan. Lalu, apakah mahasiswa kesehatan, khususnya Farmasi cocok untuk mengikuti berbagai program yang telah disediakan tersebut?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, lebih baik kita kaji dan menjawab beberapa sub pertanyaan terlebih dahulu tentang lika liku perjalanan mahasiswa farmasi. Di Indonesia, mahasiswa S1 rata-rata memerlukan waktu 3,5 sampai 4 tahun atau 7 sampai 8 semester untuk mendapatkan gelar S.Farm dalam waktu normal. Sedangkan untuk mendapatkan gelar apoteker, mahasiswa yang telah lulus, harus mengikuti program profesi selama 1 tahun. Tentu dengan waktu yang cukup singkat tersebut mahasiswa farmasi akan melewati perkuliahan yang dapat dikatakan cukup padat, seperti Teori dan Praktikum. Menurut   pernyataan yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud Ristek, “ilmu dan kompetensi berubah dengan sangat cepat seperti selama pandemi ini kebijakan yang dilakukan harus siap dengan perubahan setiap saat. Dinamika dibutuhkan untuk bisa fleksibel dan kreatif dalam menghadapi perubahan. Untuk itu kesempatan untuk belajar 3 semester di luar program studi ini bisa dimanfaatkan melalui mengambil mata kuliah yang tersedia di prodi”. Berkaca dari pernyataan tersebut, mahasiswa dapat mengikuti berbagai program yang disediakan maksimal 3 semester. Berkaca dari perkuliahan mahasiswa farmasi yang cukup padat, kami rasa jika mahasiswa farmasi ingin mengikuti program Kampus Merdeka, hanya dapat mengikuti 1-2 semester, akan tetapi hal tersebut dapat tergantung dari kebijakan Universitas/Fakultas masing-masing, seperti contoh terdapat fasilitas konversi 20 sks jika mengikuti 1 program kampus merdeka dan contoh lain-lain.

Salah satu kelebihan jika mahasiswa Farmasi yang ingin mengikuti Program Kampus Merdeka adalah dapat mengasah Softskill dan Hardskill secara langsung dilapangan. Apalagi berkaca dari pembelajaran selama masa pandemi yaitu secara online di beberapa daerah, dengan mengikuti program tersebut dapat menjadi nilai plus bagi mahasiswa itu sendiri. Jadi untuk menjawab apakah mahasiswa farmasi cocok untuk mengikuti program kampus merdeka? jawabannya adalah tergantung pada diri sendiri dan kebijakan Universitas/Fakultas. Mahasiswa dapat memilih haknya secara mandiri (Merdeka belajar), akan tetapi mahasiswa farmasi harus tetap mengingat bahwa mereka adalah mahasiswa di bidang kesehatan yang harus tetap bertanggung jawab terkait pembelajaran selama masa perkuliahan.  

DAFTAR PUSTAKA

  1. https://dikti.kemdikbud.go.id/kabar-dikti/kabar/program-kampus-merdeka-ajak-mahasiswa-indonesia-menjadi-sdm-kreatif-dan-adaptif/
  2. https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/
  3. https://beritadiy.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-702353327/apa-itu-kmmi-kemdikbud-berikut-link-dan-cara-daftar-course-kmmi-bagi-mahasiswa-dan-keuntungannya#:~:text=BERITA%20DIY%20%2D%20Kementerian%20Pendidikan%20dan,atau%20kursus%20di%20luar%20kampus.

Penulis:

  1. Niko Samuel
  2. Aliffian Farhan Wahyudi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *