ISMAFARSI

Layakkah Vaksin Astrazeneca Dipakai di Indonesia?

vaksin astrazeneca

baca Kabar Isu edisi 2 di sini

Vaksin merupakan salah satu kunci untuk mengatasi pandemi COVID-19. Banyak produsen dari berbagai negara yang berusaha membuatnya agar setiap orang memiliki imunitas untuk melawan Virus Covid-19 tersebut. Di Indonesia, Menteri Kesehatan menetapkan 7 vaksin yang akan digunakan, yaitu ; Vaksin Covid-19 produksi PT Bio Farma, Sinopharm, Novavax, Sinovac, Pfizer-BioNTech, Oxford-AstraZeneca. Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang takut akan efek samping vaksin itu sendiri, salah satunya ialah produksi dari Oxford-AstraZeneca.

AstraZeneca merupakan vaksin yang berasal dari Inggris yang diproduksi Universitas Oxford. Beberapa negara seperti Korea Selatan, India, Thailand ikut turut andil dalam perkembangan vaksin tersebut. Di Indonesia, sampai tanggal 08 Mei 2021 telah menerima 6.410.500 dosis vaksin AstraZeneca dan direncanakan akan berlanjut sampai mencapai 20% dari populasi di Indonesia. Di 17 negara di Eropa, vaksin AstraZeneca sementara ini telah dibatasi penggunaannya karena ada beberapa negara yang melaporkan adanya dugaan efek samping terkait vaksin AstraZeneca tersebut. Contohnya yaitu pada negara Vietnam terdapat 1 kasus, Kanada terdapat 2 kasus, Australia 3 kasus, dan Inggris 32 kasus.

Kasus yang ada di beberapa negara ini dikarenakan telah terjadinya trombosis, yaitu terbentuknya gumpalan darah (trombosis) di pembuluh darah arteri yang dapat menghambat aliran darah ke organ tubuh tertentu. World Health Organizations (WHO) pada tanggal 17 Maret 2021 masih merekomendasikan penggunaan vaksin AstraZeneca tersebut dikarenakan belum terdapat bukti terkait efek samping langsung terhadap  beberapa kasus di dunia. Di Indonesia, pada tanggal 06 Mei 2021 terdapat juga 1 kasus kematian setelah melakukan vaksinasi AstraZeneca sehari sebelumnya, akan tetapi masih diselidiki lebih dalam oleh pihak pihak terkait adakah kaitannya dengan proses vaksinasi tersebut.

Sehubungan dengan masalah trombosis pada pemberian vaksin AstraZeneca, maka Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Internis) Indonesia (PAPDI) memberikan rekomendasi yaitu dengan memperhatikan adanya laporan gejala trombosis seperti sakit kepala hebat, sesak nafas, mata kabur, kaki bengkak unilateral, dan lain-lain terutama pada hari ke-4 sampai dengan hari ke-20 pasca vaksinasi. Dan jika calon penerima vaksin AstraZeneca dinilai memiliki kecenderungan trombosis oleh dokter yang merawat, maka hendaknya diberikan surat kelayakan/tidak layak untuk divaksinasi AstraZeneca.

Per 16 Mei 2021 pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara distribusi dari penggunaan AstraZeneca batch CTMAV547. Namun tidak semua vaksin AstraZeneca yang beredar di Indonesia dihentikan sementara, hanya batch CTMAV547 dengan 448.480 dosis yang dihentikan sementara. Pengehentian sementara ini untuk pemastian keamanan vaksin oleh BPOM melalui pengujian toksisitas dan sterilitas yang membutuhkan waktu ± 1-2 minggu.

Alangkah baiknya, Indonesia perlu terus mengkaji terkait vaksin ini dengan tetap memantau setiap kejadian yang ada, khususnya bagi pasien yang memiliki riwayat trombosis dan memiliki faktor risiko trombosis yang signifikan; riwayat stroke atau adanya riwayat keguguran berulang terkait antiphospholipid syndrome (APS). Selain itu, diperlukan kehati-hatian dalam penggunaan vaksin AstraZeneca, berkaca dari negara tetangga, yaitu Malaysia yang sudah tidak menggunakan/ merekomendasikan penggunaan dari vaksin AstraZeneca dikarenakan keresahan dari masyarakat terhadap vaksin tersebut. Jangan sampai vaksin AstraZeneca yang ditujukan untuk memperoleh Imunitas untuk melawan virus Covid-19 malah sebaliknya memperburuk keadaan tubuh.

 

Daftar Pustaka :

https://www.who.int/news/item/17-03-2021-who-statement-on-astrazeneca-covid-19-vaccine-safety-signals

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210412142743-20-628822/kajian-belum-rampung-vaksin-astrazeneca-tetap-lanjut-di-ri

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210503141542-20-637895/menkes-ri-terima-56-juta-dosis-vaksin-astrazeneca-pada-mei

https://news.detik.com/berita/d-5549426/vaksin-astrazeneca-dari-negara-mana-ini-penjelasannya

https://www.liputan6.com/news/read/4556089/4-hal-terkait-meninggalnya-trio-sehari-usai-disuntik-vaksin-astrazeneca

https://nasional.kompas.com/read/2021/04/29/16350471/malaysia-tak-lagi-gunakan-vaksin-astrazeneca-bagaimana-indonesia?page=all

 

Penulis :

Niko Samuel

Annisa Widya Maharani

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *