ISMAFARSI

ITalk Episode 1: Belajar di Negeri Eropa Utara dengan Beasiswa

ISMAFARSI Talk menjadi salah satu acara talkshow mengenai eksplor beasiswa. Lewat I-Talk ini, bisa terbentuk generasi berkarakter yang sanggup mengaktualisasikan diri jadi ujung tombak kemajuan bangsa Indonesia di masa mendatang.

Sebagaimana tercantum dalam Undang – Undang Dasar 1945 Pasal 28 huruf H ayat (1) serta dalam Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009, kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Apabila ditinjau ke dalam realita kesehatan Indonesia dikala ini, penanda keberhasilan dari tujuan tersebut masih sangatlah jauh dari kata tercapai. Belum bangkitnya pembelajaran Indonesia dari keterpurukan sejatinya memunculkan satu permasalahan besar, hendak dibawa kemana kemajuan negara ini nanti?

Maka dari itu, demi adanya suatu kejayaan bagi dunia kesehatan, maka perlu disiapkan dan didukung oleh generasi muda. Kegiatan I-Talk ini mengadakan sharing session dengan salah satu pembicara yang mendapatkan beasiswa universitas Top 10 di dunia. Dengan adanya program ini, semoga mahasiswa farmasi dapat termotivasi dan mendapat informasi tentang gambaran perjalanan singkat Bang Ujang, Sang Pejuang yang mendapatkan beasiswa LPDP.

Bersumber pada latar belakang tersebut, terdapatnya beasisiwa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) ini merupakan sebuah lembaga yang beroperasi di bawah Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Agama yang berkomitmen untuk mempersiapkan pemimpin yang professional di masa depan serta mendorong inovasi demi terwujudnya Indonesia yang sejahtera, demokratis, serta berkeadilan. LPDP menawarkan pemberian biaya studi yang dikhususkan untuk beberapa program beasiswa Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin melanjutkan pendidikan di dalam maupun di luar negeri. Dalam baeasiswa LPDP ini tidak hanya identik dengan beasiswa, tetapi banyak beberapa kegiatan lainnya, seperti memperluas jaringan dalam program penelitian, seminar internasional, jaringan alumni, dll.

Nah, motivasi Bang Ujang mengikuti LPDP karena merupakan beasiswa yang sangat bagus dan besar dengan memiliki keunggulannya masing-masing, serta lebih mudah dalam seleksinya se-Indonesia. Beliau juga pernah daftar beasiswa di Erasmus, Belanda. Saat itu akhirnya beliau lolos di LPDP dan Erasmus juga, dan beliau mengambil LPDP karena beasiswa ini menguntungkan lebih besar serta langsung 2 program dari S2 ke S3.

Pada kesempatan ini, dalam hal pekerjaan terserah kita masing-masing. Tapi, dalam bekerja itu harus ada tujuan yang kita dapatkan. Bang Ujang ini memiliki cita-cita ingin menjadi Dosen. Tentu karirnya juga beliau ingin kerja di luar negeri. Motivasi mengikuti LPDP memilih Universitas Oxford, karena Universitas Oxford merupakan universitas terbaik se-dunia, lebih mudah dalam hal berbicara karena memakai Bahasa Internasional, sebab jika ke negara lain harus bisa bahasa lokal juga dan ada program S3 yang bagus dan disukai langsung tanpa S2 terlebih dahulu. Jadi, bisa menyimpan umur juga.

Pengalaman beliau pertama kali di Oxford, beliau tidak mengalami culture shock sama sekali. Karena beliau pernah mengikuti pertukaran pelajar di UK waktu SMA, di sinilah beliau mengalami culture shock pertama kalinya dan belajar mengenai training culture shock yang benar.

Perjuangan sebelum mendapat Beasiswa LPDP yang dialami Bang Ujang : beliau pernah gagal untuk mendapatkan welcome scholarship di Cambridge dan program-program yang lain. Kuncinya ketika beliau gagal, yaitu kaya nebus supaya menjadi lebih baik lagi. Ketika beliau menginginkan sesuatu, pasti beliau mengejar keinginan tersebut dan mencoba mencari tahu sampai ke akar-akrnya sendiri di internet mengenai orang-orang yang hebat itu. Inilah sosok Bang Ujang Sang Pejuang. Kalo enggak berjuang, ya mati.

Apa saja sih tips and trik  Bang Ujang ketika menginginkan suatu hal ?

Nah, tips and trik Bang Ujang ketika ingin melakukan sesuatu, yaitu berdasarkan pengalaman Bang Ujang dengan modal penting ketika ingin melakukan sesuatu itu adalah usaha dan kemauan yang kuat. Usaha di sini maksudnya usaha dalam mencari informasi, mencari beberapa orang-orang yang pernah dapat dan hebat dalam mengikuti sesuatu kegiatan tersebut. Lalu, diibaratkan ketika kita sedang berjalan dilorong yang gelap, tentu saja kita akan sampai ke ujung. Tetapi, akan lama sampainya karena kita pasti di tengah jalan akan mengalami sakit, jatuh, bangun, takut, dll. Sedangkan, ketika kita berjalan di lorong yanag gelap dan meminta bantuan kepada orang lain untuk menyoroti lampu sampai ke ujung, pasti kita akan lebih cepat sampai ke ujungnya tanpa mengalami sesuatu. Pokoknya jangan pernah berhenti mencoba dan berdo’a.

Kontribusi beliau setelah selesai di Oxford, yaitu bisa berkontribusi kepada dunia khususnya kontribusi kepada pemerintah Indonesia dan LPDP. Karena mengucapkan terima kasih juga tidak cukup, dan beliau ingin membangun perusahaan, membuat organisasi, membantu banyak orang di Indonesia dan masih banyak lagi cara untuk berkontribusi kepada Indonesia ini. Riset Bang Ujang untuk Indonesia tentang diseases modeling and greatesting, yaitu menginduksi sel menjadi embrio jantung. Benefitnya adalah pihak profesional bisa tahu tentang jantung dan penyakit jantung tanpa harus menyentuh jantung.

Saran Bang Ujang untuk ISMAFARSI, lihatlah tren yang ada di dunia saat ini, seperti respon terhadap pandemi, digitalisation (Artificial Intelligence, Mission Learning) yang bisa di ejawantahkan (diwujudkan) dalam kompetisi-kompetisi yang berhubungan dengan ide. Misalnya, membuat ide perusahaan yang bisa menarik banyak investor, membuat idea entrepreneur (acara-acara entrepreneurship), atau bekerja sama dengan orang-orang yang sudah terjun di entrepreneurship untuk memberikan pembahasan tentang entrepreneurship, bisnis. Sedangkan yang trend saat ini yang berhubungan dengan akademik seperti paper, publish paper, research dan masih banyak lagi ide-ide yang bisa dilakukan oleh organisasi ini.

Tidak lupa juga dalam kegiatan I-Talk ini ada sesi tanya jawab/diskusi dari beberapa mahasiswa/i kepada Bang Ujang, diantaranya :

  1. Syifa Naza Nur Laila_UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Waktu itu LPDP kadang ada yang daftar. Waktu Bang Ujang daftar berapa banyak orang yang ikut daftar dan seberapa besar saingannya yang daftar itu ?

Jawab :

Penting banget yang harus diperhatikan yaitu accepted and straight !

Waktu itu Bang Ujang daftar LPDP yang daftar 6ribu orang yang keterima cuman ratusan orang, accepted nya pun mungkin kurang dari 10%. Saat itu juga ada 2 program, yaitu ada afirmasi (bidikmisi) dan reguler. Beliau masuk lewat reguler, karena percaya diri saat itu cuman yang daftar hanya se-Indonesia dan melihat portofolio CV yang saat itu bagus juga yang pastinya akan keterima.

Ketika kita ingin mengikuti kegiatan sesuatu, cobalah daftar terlebih dahulu dan jangan gentar ketika kita daftar tersebut karena percaya dirilah dengan portofolio kita yang ada serta carilah informasi kepada orang-orang yang telah mengikuti kegiatan tersebut.

  • Luthfiyah Kamila A _Universitas Brawijaya
  • Ketika daftar LPDP apakah harus memiliki sertifikat LOE seperti universitas/kampus yang dituju ?
  • Sebagai seorang Farmasi departemen, jurusan apa saja yang di support oleh LPDP ?
  • Apakah prtofolio CV menjadi critical point dan portofolio CV itu menjadi pertimbangan diloloskan LPDP/kampus itu sendiri ?

Jawab :

Waktu Bang Ujang daftar itu tidak ada persyaratan sertifikat LOE. Tapi, setiap tahun persyaratannya berbeda-beda. Pokonya ikutin terus ig LPDP serta ikuti seminar LPDP sebanyak-banyaknya dan sering bukalah website nya LPDP.

Dan mengenai departemen apa, itu juga cek terus website LPDP. Karena universitass dan program itu berubah setiap tahun. Tapi, universitas Top 10 Dunia itu semua program bisa masuk sampai kapan pun.

Untuk membuat CV yang bagus, kita tidak bisa mengubah siapa diri kita sebenarnya, dan buatlah CV itu secara kreatif.

  • Riqy Aziz Ulyana_Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Tes apa yang harus dilalui agar lulus dan dinyatakan beasiswa LPDP ?
  • Tes apa yang paling sulit diantara tes-tes yang lainnya ?
  • Apa tips untuk mengatasi rasa gugup/grogi ketika sedang melaksanakan test yang sedang diujikan ?

Jawab :

Test yang paling sulit ketika di awal yaitu dalam registrasi, seperti motivation letter.

Tips untuk mengatasi rasa gugup/grogi ketika sedang interview, yaitu harus banyak latihan, be your self dan ketika sedang berbicara pelan-pelan tapi meyakinkan.

  • Vitles Maqos Fraga Sarme_Universitas Surabaya

Apakah beasiswa LPDP ini semuanya sudah disediakan 100% ? Dan apakah beasiswa ini benar-benar ada di menteri keuangan ? Lalu, kita sebagai mahasiswa apa saja yang harus di persiapkan dari sekarang ?

Jawab :

Untuk beasiswa ini ditanggung 100%  oleh LPDP. Menurut Bang Ujang yang harus disiapkan dari sekarang, yaitu carilah prestasi sebanyak-banyaknya karena ini akan mempengaruhi CV. Nilai IPK harus lebih dari 3, tetapi IPK bukanlah segalanya. Terakhir, carilah persyaratan dari sekarang mengenai LPDP atau beasiswa lainnya setiap tahun

  • Rifky Pratama Syachputra T_Universitas Cenderawasih

Hal-hal apa saja yang bisa kita contoh dari pelajar di UK yang bisa dijadikan dorongan positif bagi pelajar di Indonesia ? Dan apa perbedaan belajar di luar negeri dengan di Indonesia ?

Jawab :

Pengalaman kuliah Bang Ujang di UK yang bisa dijadikan dorongan untuk kita yaitu critical thinking dari orang-orang. Untuk memulai belajar critical thinking ini dimulai dari membangun kritis terhadap masalah-masalah yang ada.

  • Widya Tri Utami_Universitas Kristen Widya Mandala

Ketika mendirikan perusahaan di Indonesia, apakah Bang Ujang ada niat untuk sekolah bisnis dan kira-kira relevan ketika kerja mengambil bisnis itu di universitas mana ?

Jawab :

Untuk hal tersebut, beliau masih memikirkannya lagi apakah mau  diambil atau tidak. Karena banyak dari teman-temannya yang bilang ngambil bisnis itu engga work it, katanya. Tapi, apabila kita ingin sekolah bisnis itu pilih yang universitas Top dunia, seperti Oxford, Science Bisnis School, Cambridge, Harvard.

Dalam acara talk show yang dipandu oleh Tim Potensial Management kabinet Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Indonesia (ISMAFARSI) Berjaya ini diharapkan dapat bermanfaat dan meningkatkan pemahaman kepada seluruh mahasiswa/i Indonesia untuk terus mengembangkan pemikiran tentang tujuan hidup kita ke depannya.

Quotes :

“Penuhi pikiran kita dengan keyakinan apa yang menjadi fokus keinginan yang ingin dicapai, lakukan secara terus menerus dengan positive thinking serta yakini beri kekuatan dan do’a, lalu yakini bahwa apa yang kita inginkan itu berhasil. Lakukan juga walau suatu saat tidak membahagiakan, karena itu  merupakan proses menjadi mental kesuksesan”.There are no shortcuts to places worth going. (Beverly Sills)

1 thought on “ITalk Episode 1: Belajar di Negeri Eropa Utara dengan Beasiswa”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *