ISMAFARSI

Eksistensi dan Peran Apoteker di Masyarakat

Eksistensi dan PeranApoteker di Masyarakat

Jika masyarakat umum mendengar kata “Apoteker” kemungkinan yang dapat terlintas di pikirannya bermacam-macam, seperti seseorang yang berjualan obat, jaga apotik, pembaca resep, dan lain-lain. sebenarnya apa yang dimaksud dengan apoteker? apa saja peran apoteker di lingkungan masyarakat?apakah apoteker masih diperlukan keberadaannya di lingkungan masyarakat? maka itu akan kita kupas tuntas pada artikel kali ini! Menurut Permenkes Republik Indonesia nomor 889 tahun 2011, apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan apoteker. Pada pernyataan tersebut, dapat diartikan untuk dapat menjadi seorang profesi apoteker harus dapat melalui perjalanan yang panjang, mulai dari sarjana kefarmasian selama 3,5-4 tahun (waktu normal), profesi apoteker 1 tahun, ujian OSCE dan UKAI. Setelah lulus program keprofesian, seorang apoteker dapat memilih beberapa bidang yang ingin digeluti, seperti bidang farmasi klinis, industri, pemerintahan, dan lain-lain.

Pada bidang farmasi klinis atau masyarakat, eksistensi seorang apoteker sangat diperlukan, sebagai contoh di apoteker di puskesmas dan rumah sakit dapat memberikan edukasi atau konsultan terkait obat yang akan digunakan oleh pasien, apoteker juga memastikan kualitas obat yang akan diberikan kepada masyarakat dengan kualitas terbaik, apoteker juga dapat memberikan saran kepada dokter, jika obat yang diresepkan dirasa kurang tepat untuk diberikan kepada pasien. Keberadaan seorang apoteker di apotik tidaklah kalah penting, apoteker yang bertugas di apotik juga memiliki peran yang signifikan untuk masyarakat, seperti memberikan konsultasi atau membantu pemilihan obat kepada pasien, menjaga kualitas obat di apotik, dan memberikan edukasi kepada masyarakat. World Health Organization (WHO), memberikan konsep fungsi dan tugas apoteker sesuai dengan kompetensi apoteker yang dapat diimplementasikan pada bidang farmasi klinis/ kepada masyarakat yang kita kenal dengan 9 Stars Pharmacist:

1.Caregiver

Apoteker dapat memberi pelayanan kepada pasien, memberi informasi obat kepada masyarakat dan kepada tenaga kesehatan lainnya.

2. Decision Maker

Apoteker mampu mengambil keputusan, baik terkait pasien dan manajerial

3. Communicator

Apoteker mampu berkomunikasi dengan baik dengan beberapa pihak seperti; pasien, konsumen, dan tenaga kesehatan lainnya.

4. Leader 

Apoteker mampu menjadi seorang pemimpin, sebagai contoh bertanggung jawab dalam pengelolaan apotek mulai dari manajemen pengadaan, pelayanan, administrasi, dan lain lain

5. Manager

Apoteker mampu mengelola apotik dengan baik dalam hal pelayanan, pengelolaan tenaga kerja dan administrasi keuangan, untuk itu apoteker harus mempunyai kemampuan manajerial yang baik

6. Life long Learner

Apoteker harus terus-menerus menggali ilmu pengetahuan, senantiasa belajar ilmu ilmu baru yang dapat berguna bagi masyarakat

7. Teacher

Apoteker harus mampu menjadi guru/pembimbing bagi para staf nya untuk dapat memberikan edukasi kepada masyarakat baik di rumah sakit, puskesmas, maupun apotik

8. Research 

apoteker berperan serta dalam berbagai penelitian untuk mengembangkan ilmu yang dapat berguna bagi masyarakat

9. Entrepreneur

Apoteker diharapkan terjun menjadi wirausaha dalam mengembangakan kemandirian serta membantu mensejaterakan masyarakat

Dari pembahasan terkait Eksistensi dan peran apoteker di masyarakat dapat menjadi renungan bagi kita supaya dapat mengubah perspektif terkait apoteker, apoteker bukanlah seorang tukang obat, tukang jaga apotik dll, melainkan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki banyak peran di masyarakat terkait obat.

Sumber:

  1. https://pafi.or.id/media/upload/20200307033131_466.pdf
  2. https://www.kompasiana.com/irmawidiastari/567c2bb362afbdf717109885/menguak-peranan-apoteker-di-masyarakat

Penulis:

  1. Niko Samuel
  2. Annisa Nurul Maulidia

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *