Resistensi antimikroba adalah perubahan kemampuan bakteri hingga menjadi kebal terhadap antimikroba. Resistensi antimikroba dapat terjadi akibat berubahnya sifat bakteri sehingga tidak lagi dapat dimatikan atau dibunuh. Hal ini merupakan masalah kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Resistensi antimikroba dapat memperpanjang waktu sakit, meningkatkan risiko kematian, dan memperbesar biaya perawatan. Selain itu, resistensi antimikroba merupakan ancaman bagi pengendalian penyakit infeksi, yang tentunya akan berdampak buruk bagi ekonomi global. Karena pentingnya masalah tersebut, World Health Organization (WHO) mengangkat isu resistensi antimikroba sebagai tema Hari Kesehatan Dunia 2011.
Meskipun demikian, resistensi antimikroba sesungguhnya bukan merupakan masalah baru. Di tahun 2001, WHO telah menyusun WHO Global Strategy for Containment of Antimicrobial Resistance yang mengedepankan peran komunitas, dokter, apoteker, rumah sakit dan pemerintah. Banyak usaha telah dilakukan, namun belum seluruhnya berjalan dengan baik. Masih seriusnya masalah resistensi antimikroba hingga kini menandakan kurangnya komitmen bersama dalam pengendalian resistensi antimikroba.